Home arrow Kesehatan arrow Embrionic Stem CElls (ESC)
Embrionic Stem CElls (ESC)
Kamis, 12 November 2009
Embrionic Stem Cells adalah sel dari embrio awal yang belum terdeferensiasi, dapat membelah tidak terbatas dan dapat membelah menjadi beberapa tipe sel. ESC bersifat pluripoten, sel ini dapat berdeferensiasi menjadi beberapa tipe sel (tapi tidak semua tipe sel) tergantung kondisi lingkungan (faktor-faktor pertumbuhan) dimana dia dikultur. ESC tidak dapat tumbuh menjadisatu organisme utuh seperti pada pertumbuhan (tottipotent). Pada mulanya, ESC berasal dari embrio dan sum-sum tulang belakang, kemudian dikembangkan stem cells dari plasenta.
 
Sel telur yang telah di buahi secara invitro akan membentuk blastocit setelah 5-7 hari. Blastosit ini sendiri merupakan tahap awal dari perkembangan embrio yang ditandai dengan pembentukan sferik multiselular yang dilapisi suatu rongga berisi cairan (blastocoel). ESC diambil dari bagian tengah blastocit kemudian ditumbuhkan dalam kondisi sesuai dengan jenis sel yang dihasilkan. Lah kenapa diambil dari bagian tengah blastocit? mungkin karena hasil trial n error dan didapat hasil bahwa yang paling mudah dikultur adalah bagian tengah blastocit.
 
ESC punya sifat pluripotentcy yang paling tinggi dibanding adult stem cell dalam pacenta stem cells. Nah dibeberapa negara, ini telah dilegalkan pengembangan ESC Line manusia dari embrio yang diperoleh dari fertilisasi in fitro. Embrionic stem cell ini hanya bisa dipakai untuk terapi pada individu yang bersangkutan saja. Mungkin dikarenakan jika digunakan oleh individu lain, cell tersebut dianggap benda asing dan sistem tubuh akan berusaha menyingkirkannya.
 
Adult stem cell itu apa sih?
Adult stem cells ini berasal dari sum sum tulang belakang. biasa digunakan dalam terapi untuk orang dewasa karena tidak mungkin menggunakan ESC.
 
Nah pada perkembangannya, terdapat masalah-masalah yang timbul pada perkembangannya diantaranya :
  1. Walaupun beberapa ESC line manusia telah dikembangkan, namun cell line ini tidak selalu kompatibel secara imunologi karena dapat menyebabkan respon imun pada sebagian besar pasien yang memerlukan transplantasi sel.
  2. Sel yang di transplantasikan harus bisa berdiferensiasi sempurna secara invivo karena sel sel yang belum terdeferensiasi akan membentuk teratoma (masa sel tidak terdeferensiasi sempurna) setelah ditransplantasikan dalam tubuh.
 
< Prev   Next >

-INFORMASI KONTAK-


ARSIP LIST TULISAN

Umum
Kesehatan
DUnia Blog

KOMUNITAS BLOGGER

Komunitas Bloger Yogyakarta - CAHANDONG.ORG

DATA KUNJUNGAN

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini54
mod_vvisit_counterKemarin61